Sehat Milik Semua, Menggiatkan Kepedulian Pada Sesama

Puja teruntuk pemilik segala puji, Allah Swt. Tuhan seru sekalian alam yang telah melimpahkan karunia tak terhingga pada tiap makhluknya. Karunia yang tak bisa dihitung-hitung karena saking banyaknya. Termasuk satu diantara karunia Tuhan itu ialah kesehatan. Ya, kesehatan yang sering terlupa untuk kita lalaikan syukuri. Padahal sehat adalah seumpama gerbang bagi karunia dan nikmat yang lain. Apa artinya pendidikan tinggi, mobil mewah, rumah gedongan, tanah berhektar-hektar serta makanan lezat di hadap mata, bila kesehatan tak melekat di badan. Semua kebanggaan dan kemewahan dunia itu bakal menjadi hambar tiada berarti.

Saya sendiri masih ingat benar, kejadian yang menimpa diri empat tahun lalu. Ketika itu, lantaran penyakit maag cukup serius, saya terpaksa dilarikan untuk berobat ke rumah sakit. Betapa ‘nikmat’nya rasa sakit itu. Sekujur badan serasa begitu lemas. Seisi mulut terasa pahit, nafsu makan mendadak hilang. Ditambah lagi rasa sakit akibat lambung yang tak henti berkedut-kedut.

Beruntung, Allah tak lama memberi cobaan rasa sakit pada saya. Hanya sehari, saya tergolek di rumah sakit. Hmm, sehari yang ibarat satu minggu buat saya. Setelah dua puluh empat jam, melihat kondisi saya yang kian membaik, dokter mengizinkan saya untuk pulang.

Betapa bahagianya saya ketika itu, bisa lekas pulih dari sakit. Walau benar, kebahagiaan itu sedikit terusik di kemudian hari. Terusik sebab tahu jumlah rupiah terbayar untuk membayar ongkos berobat. Hmm, hanya dalam sehari opname, delapan ratus ribu rupiah melayang. Padahal, saya tahu benar, rumah sakit tempat saya berobat saat itu, bukanlah rumah sakit elit melainkan rumah sakit berkelas biasa.

Sehat Itu (Masih) Mahal

Harus diakui, sehat masih menjadi barang mahal di negeri. Sebab tak sanggup membayari ongkos berobat yang mahal, banyak diantara saudara-saudara kita yang terpaksa menahan perih, berdiam dalam rasa sakitnya. Mereka memilih menahan rasa sakit, sebab tak mampu untuk berobat.

Padahal, kesehatan sejatinya termasuk hak dasar bagi setiap warga negara. Pemerintah sebagai pemangku kekuasan sudah semestinya bertanggung jawab penuh pada penyediaan layanan kesehatan yang layak bagi tiap anak bangsa. Secara tegas, undang-undang 1945 telah mengamanatkan bahwa kesehatan adalah hak setiap orang yang harus dipenuhi.

Orang Miskin ‘Dilarang’ Sakit

Ketika jurang pemisah antara orang kaya dan miskin kian menganga, ketika jaminan hidup layak dari pemangku kekuasaan tak juga dirasakan, ketika beban hidup kian melonjak tak terkejar, maka jerit-jerit keharuan kaum papa bakal semakin nyaring terdengar. Di tengah gempuran globaliasi, orang yang secara ekonomi berada di tingkat lemah bahkan kekurangan tambah merana.Secara lahiriyah, untuk menjalani kehidupan sehari-hari saja, mereka kaum papa telah demikian kesulitan. Apalagi bila ditimpa coba sebuah penyakit. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dari sinilah muncul sebuah ungkapan, orang miskin dilarang sakit !!

Ungkapan bernada sarkasme ini, barangkali berangkat dari fakta hari ini bahwa meski pemerintah telah mengeluarkan program jaminan kesehatan bagi masyarakat semisal askes, nyatanya buah manis dari progam ini masih sulit dinikmati oleh kaum dhuafa dan miskin. Untuk memperoleh layanan kesehatan, kaum miskin harus lebih dulu menempuh prosedur berbelit, mulai dari pembuatan surat keterangan miskin dari tingkat RT, RW hingga kelurahan yang prosesnya tentu tak sebentar. Sudah begitu, belum ada jaminan seratus persen kalau di rumah sakit kelas tiga sekalipun tidak ada pungutan.

Tentu kita berharap bersama, efektifitas program baru Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemerintah yang bakal digulirkan mulai tahun mendatang, bisa berjalan lebih baik dari program-program pendahulunya. Setiap upaya untuk mewujudkan Indonesia sehat harus di dukung sepenuhnya.

Sehat Milik Semua

Sehat memang idaman setiap orang. Terang saja, tak pernah ada orang yang ingin dirinya jatuh sakit. Dengan sehat, kita bisa menikmati warna indah kehidupan, serta melakukan berbagai hal sesuai dengan keinginan. Sayangnya, kita agaknya terlalu sering lupa untuk memanjat syukur atas karunia sehat ini. Kita, terkadang baru sadar nikmatnya kesehatan, kala sakit menimpa diri,

Pada dasarnya, sakit memang satu diantara bentuk cobaan. Sakit dan setiap penyakit yang menimpa manusia bersumber sepenuhnya dari Allah Yang Maha Kuasa. Allah yang menurunkan penyakit dan Allah pulalah yang menyembuhkan penyakit itu. Tiap hamba yang sakit sebenarnya tengah diuji. Apakah dia sabar atau tidak menghadapi rasa sakitnya. Lewat rasa sakit, kita dilatih untuk sabar dan bersikap lega hati. Sabar dengan tanpa mengesampingkan usaha untuk berobat tentunya. Ketika sakit datang, usaha untuk berobat mesti diupayakan dengan sebaik-baiknya.

Yang menjadi soal kemudian, tidak semua orang sakit mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha perobatan secara layak. Masalah biaya masih selalu jadi kendala, bagi mereka kaum dhuafa dan miskin untuk melakukan perobatan. Disinilah sebenarnya, ruangan kita untuk menumbuhkan kepedulian pada sesama itu berada. Tak perlu memanjang retorika, dan berkutat pada wacana yang tak jelas ujungnya. Asal ada kemauan setiap kita bisa mewujudkan kepedulian pada sesama. Dalam kesehatan misalnya, kita bisa ikut berpartisipasi salah satunya dalam gerakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), sebuah lembaga non profit jejaring Dompet Dhuafa yang bergerak khusus di bidang kesehatan. LKC adalah lembaga professional yang telah bergerak mewujudkan harapan layanan kesehatan Cuma-Cuma sejak 12 tahun silam.

Tentu tagline Sehat milik semua adalah harapan tiap anak bangsa. Sebuah harapan yang juga mesti diwujudkan bersama. Tiap elemen bangsa, apakah itu pemerintah sebagai pemangku kekuasaan dan pemilik kebijakan, swasta, lembaga profit dan non profit, dan bahkan kita sebagai masyarakat dengan sejuta profesinya memiliki andil dan tanggung jawab untuk mewujudkan harapan ini.

Sikap kritis perlu kita kembangkan pada setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Bagaimanapun baik dan tidaknya perjalanan bangsa ini tak bisa dilepaskan pada tiap keputusan yang diambil pemerintah. Kalaupun indeks kesehatan atau apalah itu, seperti survei kesehatan menyebut tingkat kesehatan bangsa ini meningkat, sudahkah peningkatan itu benar-benar kita rasakan. Apakah layanan kesehatan di tempat sekitar kita benar-benar telah menunjukkan peningkatan. Nalar kritis mesti kita tajamkan.

Tapi jelas tak cukup bersikap kritis, sebuah bangsa, bagaimanapun kuatnya pemerintahan di negara itu juga tak akan pernah bisa berubah menuju arah yang lebih baik, manakala tiap warga negaranya enggan untuk berubah pula. Untuk hidup sehat, sudah saatnya kita juga mulai menumbuhkan kebiasaan hidup sehat itu sendiri, misalnya dengan mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, dan ikut serta menjaga kebersihan lingkungan, serta mewujudkan kepedulian pada sesama. Memulai hidup sehat dari diri sendiri, keluarga dan lalu masyarakat.

Karena sungguh secara lahiriyah, kesehatan terkait dengan banyak hal, seperti pola hidup, kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, sanitasi dan lain sebagainya. Kesehatan bukan cuma soal biaya semata, karena justru yang sering terabaikan adalah bagaimana cara menjaga kesehatan itu sendiri.

Dan bagaimanapun kuatnya ikhtiar manusia, bagaimanapun canggihnya teknologi pengobatan, sehat dan sakit sejatinya murni menjadi keputusan Allah pada tiap hambanya. Wa idza Maridtu Fahuwa Yasyfin, Dan ketika aku sakit, Maka Allahlah yang menyembuhkanku. Begitu Nabi Ibrahim AS bersabda. Sebuah sabda yang diabadikan oleh Allah Swt kalamnya dalam nama surat yang sama. Ibrahim.

Iklan

Tentang In'am Al Fajar

Pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Klesman Wonosobo, tholabah Ma'had Aly Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Th.2008, --penyuka nasi goreng yang tengah menikmati proses belajar menulis.
Pos ini dipublikasikan di Catatan Hikmah, Kontes dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Sehat Milik Semua, Menggiatkan Kepedulian Pada Sesama

  1. Moch.Mochklisin berkata:

    Sehat itu manis…. sakit itu pahit….

  2. e-Compusoft berkata:

    Salam sukses..,,
    Kami ingin menginformasikan e-Compusoft Blog Contest

    Total Hadiah Jutaan Rupiah lho…
    Hadiah Langsung pulsa 10.000 bagi 100 Pendaftar Pertama.

    Info selengkapnya:
    e-Compusoft Writing Competition

    Bagi sahabat blogger jangan lupa kasih info ini ke yg lain ya…
    Terima kasih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s