Hutan Kita, Hutan Dunia, Mari Selamatkan Bersama

hutan_wanagama_playen

Ilustrasi : jogjabiz.com

Hutan adalah satu diantara aspek biosfer terpenting bumi. Keberadaan hutan sama pentingnya dengan kesediaan air dan udara sebagai prasyarat berjalannya kehidupan. Hutan memainkan banyak fungsi sentral tak tergantikan. Hutan ibarat paru-paru yang mengatur nafas dunia. Ia juga berfungsi sebagai pencegah erosi tanah longsor, menjadi “lumbung” air di musim hujan dan kemarau, perata keseimbangan mondar-mandirnya oksigen dan karbon dioksida. Tak kalah pentingnya, hutan juga miliki andil penting pada kestabilan iklim bumi.

Memandang pentingnya fungsi hutan, sudah sepatutnya penjagaan terhadap kelestarian hutan mesti digalakkan. Tingginya laju kerusakan hutan adalah ancaman besar bagi eksistensi kehidupan tiap makhluk bumi.

Hari ini, sudah kita rasakan benar bagaiamana dampak menyusutnya jumlah hutan kita. Tiupan udara kian hari, kian panas saja. Tiap kali langit melimpahkan hujan, tiap itu juga disusuli dengan bencana, seperti tanah longsor hingga banjir bah. Hujan salah, tak turun hujan pun salah. Saat langit-langit kering air, bencana kekeringan pun tiba-tiba tersiar luas di nusantara. Akibatnya, orang-orang kelimpungan kesulitan mencari air bersih.

Dengan laju kerusakan hutan 2 juta hektar pertahun, atau setara dengan luas enam kali luas lapangan sepakbola tiap menitnya, sungguh kondisi hutan di bumi kita, kii dalam kondisi teramat kritis.

Sudah saatnya laju kerusakaan hutan ini dihentikan jika tak ingin mengundang bencana lebih besar di kemudian hari. Satu yang penting dicatat, kerusakan hutan dimanapun itu, selalu berdimensi struktural. Artinya, kerusakan hutan hari ini terjadi akibat dari buruknya manajemen struktur pengelolaan hutan itu sendiri. Selalu saja ada banyak pihak terlibat.

Langkah bersama sudah semestinya digagas untuk melakukan aksi penyelamatan hutan.

Sudah saatnya pemerintah sebagai pemangku kebijakan secara serius menempuh langkah nyata untuk pelestarian hutan, bukan hanya bersifat elitis dan menguntungkan beberapa pihak saja. Green economy yang selama ini digadang dan menjadi harapan harus terus diupayakan. Jangan sampai menjadi jargon belaka. Pemerintah juga harus berani mengambil sikap tegas pada tiap perusahaan dan korporasi yang tak patuh pada aturan pelestarian hutan.

Tak kalah pentingnya adalah upaya peningkatan partisipatif masyarakat sekitar hutan (baca : adat) dalam usaha ini. Pelbagai kasus sengketa lahan, dan status desa di kawasan hutan di berbagai belahan nusantara harus secepatnya diselesaikan.

Perlu dirangkai sebuah jalinan simbiosis saling menguntungkan antara masyarakat sekitar hutan dengan pemerintah dan dunia international. Karena harus disadari, bahwa manfaat kelestarian hutan bukan semata dirasakan oleh masyarakat adat, tapi oleh masyarakat international di seluruh dunia. Demikian pula sebaliknya, kerusakan hutan kita akan menebar ancaramn serius bagi tiap penduduk dunia. Karena hutan kita, adalah hutan dunia. Jadi mari selamatkan bersama

Iklan

Tentang In'am Al Fajar

Pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Klesman Wonosobo, tholabah Ma'had Aly Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Th.2008, --penyuka nasi goreng yang tengah menikmati proses belajar menulis.
Pos ini dipublikasikan di Kontes dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hutan Kita, Hutan Dunia, Mari Selamatkan Bersama

  1. MitraBibit.com berkata:

    Email belum kami terima, silakan cek kembali alamat email yang anda kirim, kirim ke
    cv.mitrabibit@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s